Rabu, 09 Juli 2014

Untung di Tilang

Pagi ini aku bangun untuk sholat subuh setelah itu aku mandi lebih awal dari biasanya karena hari ini aku dan ayah ingin menjemput ibu ,ya sudah satu setengah bulan ini ibu sedang mengikuti pendidikanya dari kantor dimana dari hari senin sampai jumat ibu berada dalam asrama dan di akhir minggu aku dan ayah bertugas menjemput nya di daerah cimanggis. Setelah sholat subuh berjamaah bersama ayah aku mandi dan rapi-rapi karena pagi ini ibu minta di jemput lebih awal .
Akhirnya sekitar pukul 7 aku dan ayah berangkat dari rumah ke cimanggis,setelah sampai asrama tempat ibu ternyata dia ada tambahan pelajaran alhasil ngarert 2 jam dari yang di jadwal kan. Karena kami juga belum sarapan dan perut sudah minta diisi akhirnya aku dan ayah sepakat mencari sarapan kala itu.sambil menunggu ibu yang sedang belajar di jam tambahanya aku dan ayah mencari sarapan,pelan-pelan kami susuri di pinggiran jalan kalau-kalau ada tempat sarapan yang menarik hati dan perut yang sudah buka berjalan terus sampai terus di jalan raya pun belum juga kami menemuka sarapan yang cocok dengan perut pelan-pelan berjalan terus tanpa kami sadari kami menerobos lampu merah

Ayah bilang”aduh kita lewatin pembatas jalan ver,lampu merah nih”

Aku balas”yaudah lanjut aja sepi ini pa masih pagi”

Ayah”eh jalan aja ?yaudah deh”

Akhirnya ayah menerobos lampu merah ,jalanan juga tidak begitu ramai sekitar 80 meter dari lampu merah yang kami terobos tadi seorang polisi memberhentikan mobil kami dan ternyata

Polisi”selamat pagi pak”

Ayah”pagi pak’

Polisi”bapak tau apa kesalahan bapak”

Ayah diam saja

Polisi”bapak telah menerobos lampu merah dan itu melanggar aturan lalu lintas”

Ayah”iya pak saya minta maaf say bukan orang sini saya canggu jalanan sini”

Polisi”ikut saya”

Ayah”vera tunggu sini ya nak”

Aku’iya pa”

Akhirnya ayah keluar mobil mengikuti pak polisi tadi ke pos nya,aku hanya menunggu di mobil mendengarkan musik di mobil dan musik di perut ku,dalam hatiku “yaah kena tilang deh ni,sarapan belum dapet malah kena tilang”ujarku sendiri. Sekitar 20 menit ayahpun keluar dari pos polisi tadi dengan membawa 2 box besar dan 2 box kecil,jadi ada 4 tumpukan box yang ayah bawa keluar dari pos polisi tersebut. Ayah masuk kedalam mobil sambil tersenyum-senyum dan muka heran ku pun langsung menyambut ayah.
Aku”bawa apa itu yah”?

Ayah”hehe coba buka apa isi nya!”

Setelah aku buka ternyata box besar itu berisi nasi ,ayam,bihun,kentang balado,sayur buncis dan kerupuk. Box kecil nya berisi lemper,kue basah dan risol. Aku pun heran .

Aku”maksudnya apa ini pa?,kok bisa bawa beginian dari dalem?beli sarapan dimana ini?”

Aku berondong ayahku dengan pertanyaan-pertanyaan. Lalu dia mulai bercerita sambil tertawa  sesekali

Ayah”jadi tadi di dalem papa damai sama polisi nya trus papa kasih 20,trus papa liat di dalam ruangan itu banyak box-box ini ,papa tanya apa ini pak?banyak sekali box nya pak? “

Polisinya bilang”ada orang yang nganteri ini pak,bapak mau? “

Ayah”Boleh”

Polisi”bapak tadi berdua ya?”

Ayah”iya pak”

Polisi”nah ini buat bapak”

Ayah”beneran nih pak?makasih ya pak”

Nah begitu ver ceritanya tadi di dalam kata ayah sambil tertawa dan aku pun tertawa mendengar cerita nya. Jadi pagi itu kami sarapan dari nasi box pak polisi itu. Terimakasih pak polisi untuk sarapan nya,tau aja perutku sudah bernyayi sejak tadi  :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar